Akibat Aturan Kaku, 6 Pemudik Bogor Terlantar di Rest Area Pekalongan
- account_circle Fahroji
- calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Sebanyak enam pemudik asal Bogor tujuan Randudongkal terlantar di Rest Area 338A Pekalongan, Rabu (18/03/2026) malam, setelah terlibat silang pendapat dengan sopir bus mudik gratis.
Para pemudik awalnya meminta diturunkan di Exit Tol Pemalang agar lebih dekat dengan keluarga yang menjemput. Namun, sopir menolak dengan alasan instruksi panitia rute Semarang mengharuskan bus melaju langsung ke titik akhir tanpa berhenti.
Meski akhirnya diizinkan turun, mereka justru diturunkan di wilayah Pekalongan yang posisinya sudah melampaui destinasi yang mereka tuju.
Mendapati adanya laporan pemudik yang terlantar pada pukul 18.30 WIB, petugas Pos Pelayanan (Posyan) Rest Area 338A yang sedang berpatroli langsung menghampiri rombongan tersebut untuk memberikan perlindungan dan bantuan.
Petugas kepolisian langsung melakukan pendataan dan memastikan kondisi kesehatan para pemudik tersebut. Sembari menunggu jemputan dari pihak keluarga, belasan petugas menyiagakan tempat istirahat yang layak di area pos pelayanan.
“Kami menerima laporan adanya enam pemudik yang diturunkan di sini padahal tujuan mereka adalah Pemalang. Kami pastikan mereka aman di pos sampai pihak keluarga datang menjemput,” ujar Waka Posyan 338A Ipda Arif Pambudi, S.H., M.H.
Tak berselang lama, pihak keluarga dari Randudongkal, Pemalang, tiba di Rest Area 338A untuk menjemput ke-6 pemudik tersebut. Petugas kepolisian pun membantu dan memastikan rombongan dapat melanjutkan perjalanan pulang dengan aman.
Ipda Arif menegaskan bahwa seluruh personel diperintahkan untuk peka terhadap kendala sekecil apa pun yang dialami pemudik di wilayah hukumnya.
- Penulis: Fahroji

